Kamis, 14 Agustus 2008



Lapter Notohadinegoro Siap Operasi, Pendaratan Perdana Mulus


JEMBER - Setelah lama menunggu, masyarakat Jember bakal bisa menikmati penerbangan pesawat komersiil jarak dekat Surabaya-Jember PP. Menjelang kesiapan operasional di Lapangan Terbang Notohadinegoro, sebuah pesawat komersial type LET 410 milik maskapai penerbangan PT Tri MG mendarat perdana dengan mulus. Pendaratan itu bagian dari uji coba lndasan sebelum bandara untuk penerbangan komersial. Pesawat itu dikemudikan pilot Wahyudi Kurniawan dan Co pilot Bambang Ontoseno dan mengangkut 15 orang penumpang dari Bandara Juanda Surabaya. Waktu tempuh hanya sekitar setengah jam dari Surabaya menuju Jember dengan ketinggian 9500 kaki diatas permukaan laut. Ikut didalam rombongan dari Surabaya yakni Wakil kepala Dishub Jatim Jogi Hendryadi dan Sunarsono Kepala Dishub Jember. "Pendaratan sangat mulus dengan pesawat yang didalamnya terasa nyaman. Ini bagian uji coba pendaratan dan landasan pacu lapteruntuk mendukung operasionalisasi lapter," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Jember, kemarin.Pesawat yang digunakan itu memiliki spesifikasi LET 410 yang merupakan salah satu pesawat komersial bertenaga baling baling yang dibuat oleh perusahaan Republik Ceko. Pesawat ini diproduksi di Let Kunovice dan dipakai pertama kali pada tahun 1970. Pesawat berkapasitas tidak lebih 18 orang itu berkecepatan maksimum: 388 km/jan dengan jarak jelajah 1.040 kilometer. Sunarsono menambahkan, pelayanan penerbangan akan dilakukan sebanyak tujuh trip dalam setiap minggunya dengan harga tiket Rp 300 ribu per penumpang. "Awalnya jadwal penerbangan dilaksanakan pada Selasa dan Kamis. Selanjutnya akan dievaluasi prospek pengoperasian penerbangan komersial ini," katanya. Dengan beroperasionalnya lapter yang berlokasi di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung itu, penerbangan komersial diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh Surabaya Jember melalui perjalanan darat. Jika menggunakan pesawat, waktu tempuh yang diperlukan hanya sekitar 30 menit, sedangkan melalui jalur transportasi darat dibutuhkan sekitar empat hingga lima jam. Operasionalisasi penerbangan komersial melalui Lapter Notohadinegoro Jember ini juga ditargetkan dapat membuka ruang investasi di Jember dan sekitarnya. Sebab para pelaku bisnis seringkali mengaku panjangnya waktu tempuh menghambat rencana pengembangan investasi di Jember dan sekitarnya. "Ini merupakan penerbangan perdana, kalau sudah menguasai medan, penerbangan pasti akan berjalan lebih lancar lagi," kata Pilot Wahyudi.Sedangkan Plt Kepala Dishub Jatim Jogi Hendradi mengatakan, Dishub Jatim memberikan dukungan penuh pengoperasian lapter yang dibangun pada 2005 lalu itu. "Selama taraf uji coba kami menempatkan tujuh orang teknisi untuk membantu kelancaran operasional. Selain itu juga akan melakukan pelatihan bagi petugas Dishub Jember agar mampu menangani operasional Lapter," kata Plt Kepala Dishub Jatim Jogi Hendradi. Tenaga Teknis Dishub Jatim itu nantinya juga akan melakukan evaluasi teknik, terkait kelayakan sarana dan prasarana yang ada di Lapter Notohadinegoro agar siap dalam pelayanan penumpang. "wilayah Provinsi Jatim terdapat beberapa kabupaten yang juga telah membangun Lapter, seperti di Bawean dan Banyuwangi. Namun, secara teknis Lapter Jember dinilai lebih siap beroperasi dibandingkan dengan Lapter di kabupaten lainnya," katanya. Untuk itu, dalam membantu pengoperasian Lapter Notohadinegoro Jember, Pemerintah Provinsi Jatim mengalokasikan anggaran bantuan sebesar Rp 1 miliar. (p juliatmoko)

Spesifikasi Lapter Notohadinegoro :
Luas : 120 hektareTotal Anggaran : Rp 34 miliar terbagi sejumlah tahapanSumber Dana : APBD Jember dan bantuan APBNLandasan Pacu : panjang 1500 meter dan lebar 30 meterShoulder : kiri dan kanan 30 meterAPRON : 150X150 meterTaxi Way : 135x30 meterJenis Pesawat : LET 410 buatan Negara CekoRute : Jember-SurabayaMaskapai : PT Tri MG Diresmikan : 9 Januari 2005.



Pendaratan Perdana Dilaporkan Ke Pusat


JEMBER - Dinas Perhubungan Pemkab Jember terus bergerak cepat demi opersionalnya Lapangan Terbang Notiohadinegoro. Pendaratan perdana pesawat komersiil jenis LET 410 milik maskapai penerbangan PT Tri MG yang berlangsung mulus sehari lalu langusng dibuatkan loporan ke pusat. "Pendaratan perdana itu tetap ada evaluasi dan kita laporkan ke Dirjen Perhubungan Udara," kata Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Jember, kemarin.Dia juga menambahkan, untuk hasil evaluasi pendaratan perdana itu pada intinya Lapter Notohadinegoro sudah untuk dioperasikan. Hanya saja perlu adanya infrastruktur yang perlu ditambahkan antara lain, kelengkapan lampu sinyal di bandara yang berguna sebagai tanda sebelum pesawat mendarat, perbaikan jarak tanda marka serta sistem navigasi."Kita juga menyiapkan tim teknis berjumlah sekitar 7 orang yang saat ini masih kita latih di kantor Dinas Perhubungan. Begitupula dengan sistem reservasi dan pemesanan tiket," katanya. Sebagai awal pemesanan tiket rencananya akan menggunakan dua lokasi yakni Kantor Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) dan langung Lapter Notohadinegoro. Selain di Jember, pemesanan tiket itu nantinya juga dibuka loket di Bandara Internasional Juanda di Surabaya. Dari pantauan, Lapter Notohadinegoro yang terletak sekitar 5 kilometer ke arah selatan dari jantung kota Jember itu masih melakukan perbaikan taxi way. Dua alat berat dan sejumlah pekerja sibuk melakukan pengaspalan dan sejumlah papan nama menandakan kesiapan operasional lapter. Untuk mengenalkan adanya Lapter untuk pesawat komersiil itu, Pemkab Jember juga menggelar even Kejuaraan Nasional Paralayang Open yang digelar di lapangan terbang tersebut tepatnya di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung. "Kita sudah koordinasikan dengan bupati agar lapter ini segera di-launching dan beroperasi secara komersiil," ujarnya. Terpisah, PDP Jember juga memberikan dana segar senilai Rp 4,2 miliar. Dana itu diberikan selama tiga bulan selama masa uji coba lapter Notohadinegoro. Berdasarkan nilai kontrak yang disepakati dengan maskapai Tri MG, dana itu diambilkan dari dana cadangan PDP. Nilai kontrak Rp 1,4 miliar per bulan diantaranya meliputi sektor charge atau biaya untuk pesawat saat masuk bandara dan ticketing."Kita hanya mengelola tiga bulan dan membantu pemesanan tiket. Setelah itu diserahkan kembali evaluasi untung atau ruginya kepada Pemkab dan sistem manajemen kita bergerak," kata Kepala PDP Jember Syafril Jaya. Meski memberikan dana segar yang nilainya tidak sedikit, namun PDP Jember tetap memposisikan Dinas Perhubungan Pemkab Jember sebagai sektor utama pengelolaan lapter. "Yang jelas dana cadangan itu aman dalam empat bulan ke depan dan tidak mengganggu likuiditas PDP," ujarnya.Dia juga menerangkan alasan kontrak dengan maskapai memang tidak dianggarkan dalam APBD. Namun karena PDP merupakan salah satu badan usaha milik daerah yang tersehat, maka pengalokasian anggaran untuk kepentingan lapter tetap diberikan. (p juliatmoko)



JPU Mentahkan Pledoi "Surat Cinta" Mamak


JEMBER- Terdakwa Ketua dan Wakil DPRD Jember Madini Farouq dan Machmud Sardjujono tidak bisa bernafas lega dulu. Pasalnya dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan replik atas pledoi "surat cinta" dimentahkan seluruhnya oleh tim jaksa penuntut umum (JPU). "Tanggapan jaksa terhadap pledoi saya kira sama dengan materi dakwaan. Semua pembelaan terdakwa kita mentahkan," kata salah serorang anggota JPU Awaluddin, kemarin.Menurut dia, berkas replik setebal 85 halaman itu telah yakin secara hukum apa yang dilakukan Madini alias Gus Mamak dan Machmud Sardjujono telah melanggar hukum. "Dana operasional pimpinan sebesar Rp 706 juta dan sebagian juga dicairkan sebesar Rp 134 juta untuk kepentingan fraksi dan tiga pimpinan dewan sebesar Rp 571 juta terbukti secara hukum dalam penggunaannya tidak bisa dipertanggungjawabkan," katanya. Sedangkan 18 item kegiatan dengan dana Rp 227 juta yang diberikan untuk pihak ketiga yang sempat diungkapkan dalam pledoi tidakmelanggar huku, olej JPU juga dimentahkan. "Penggunaan dana itu bertentangan dengan peraturan, karena tidak terkait dengan fungsi dan tugas pimpinan DPRD. Seharusnya pimpinan dewan menggunakan yang digunakan uang pribadi dan tidak boleh mengambil dari dana operasional dewan," terangnya.Sebelumnya, Gus Mamak oleh jaksa dituntut tiga tahun penjara, sedangkan Machmud Sardjujono dituntut dua setengah tahun penjara. Jaksa menjatuhkan tuntutan dengan mendasarkan pada UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 pasal 2 dan 3, serta pasal 55 ayat 1 dan pasal 64 ayat 1 KUHP. Menanggapi replik JPU, Gus Mamak Madini Farouq menanggapi dengan tersenyum kecut dan mengomentari keras yang menggangap jaksa kurang menguasai materi. "Replik jaksa itu ngawur. Saya tertawa mendengarkan replik. Saya tidak marah hanya ngguyu," cetus Gus Mamak usai sidang. Dia juga menambahkan, jaksa salah dalam memahami Peraturan Pemerintah nomor 105 tahun 2000 soal anggaran mendahului PAK. Jaksa juga dituding tidak cermat memakai Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2004 tentang Kedudukan Keuangan DPRD. Sebab kata dia, PP itu efektif tahun 2005 karena harus ada perda. "Smentara kita lebih mendahulukan pembahasan APBD karena itu yang dibutuhkan masyarakat Jember," katanya. Sedangkan pengacara dua terdakwa, M Kholili saat diberikan kesempatan oleh majelis hakim langsung mengajukan upaya hukum. "Kita tidak puas dengan replik JPU, kita mengajukan duplik," kata M Kholili dan Yani Takarijanto. Dia juga bersikukuh yakin apa yang dilakukan kedua kliennya tidak menyalahi aturan hukum. Sebab kata dia, dalam penggunaan dana operasional dewan dan dana bantuan hukum sudah ada payung hukum berupa peraturan daerah yang mengacu pada surat edaran menteri dalam negeri. "Dana operasional pimpinan dewan sebagai pelaksana pencairan uang adalah Sekretariat DPRD Jember dan dana bantuan hukum adalah Kepala Bagian Hukum Pemkab Jember Mudjoko. Terdakwa Madini Farouq dan Machmud Sardjujono hanya bersifat pasif," katanya. (p juliatmoko)



Penipuan Lewat Minyak Wangi Diringkus


JEMBER - Kelakuan warga Kelurahan Tukang Kayu Kabupaten Banyuwangi ini memang membahayakan. Beruntung dua tersangka yakni Eko dan Kasiman pelaku aksi penipuan berhasl diamankan polisi. Modus yang dia gunakan dengan cara mengiming – imingi korban agar mau membeli minyak wangi seharga Rp 7 juta. Menurut kedua tersangka, minyak wangi itu bisa digunakan untuk mengangkat benda–benda di perut bumi termasuk tambang emas dan tambang minyak. Mereka mengaku hanya disuruh oleh seseorang yang berasal dari Solo. Namun setelah mendapat hasil Rp 70 juta dari puluhan pembeli, keduanya terlena karena terus melakukan aksinya. Hingga mengajak M Nur Shodikin salah seorang guru ngaji di Jl Basuki Rahmat Tegalbesar Jember untuk dirayu lewat pembelian minyak wangi. Harganya minyak wangi itu 7 juta sebotol kecil. Minyak wangi buatan orang Solo ini dipromosikan sebagai minyak asal negeri seribu satu malam Irak dan dikabarkan bertuah. "Sebotol harganya Rp 7 juta. Saya tidak tahu menahu soal minyak wangi ini bertuah atau tidak, saya hanya disuruh seseorang di Solo untuk menjualkan barangnya. Terbukti atau tidaknya, tidak mengerti," kata Eko dan Kasiman saat dimintai keterangan oleh polisi, kemarin. Saat diringkus polisi, keduanya mengaku menyesal seumur hidup dan mengaku kapok berbisnis itu lagi.Sedangkan KBO Reskrim Polres Jember Ipda Wahyu Sulistyo mengatakan, kedua orang asal Banyuwangi itu dijemput dari rumahnya. Sedang Nur Sodikin, dijemput di Jember saja. "Ketiganya lantas dikroscekkan keterangannya dan mengaku. Korban pelapor dalam kasus ini adalah berinisial AT salah seorang pengusaha asal Kaliwates Jember. Dia malu dipublikasikan, kerugian korban sekitar Rp 70 juta," kata Ipda Wahyu Sulistio. (p juliatmoko)



Puluhan Atlit Paralayang Turut Ramaikan BBJ


JEMBER- Bulan Berkunjung ke Jember dipastikan bakal yang digelar Agustus 2008 mendatang juga diramaikan even paralayang. Salah satunya lomba taralayang Tingkat Nasional dengan memperebutkan Piala Bupati Jember. "Dengan menghadirkan beberapa peserta dari Manca Negara seperti Malaysia, Brunei, Korea, Thailand dan Australia akan hadir," ungkap Ketua Panitia Bambang Santoso usai rapat di kantor BPC gabungan pengusaha kontruksi (GAPENSI) Jember.Bagi penggemar paralayang nasional nama Ketua Panitia yang juga putra daerah (Kaliwates-red) tidak asing lagi. Apalagi uniknya lagi Bambang dalam kepanitiannya akan dibantu oleh artis yang memiliki hobi paralayang. "Bucek Depp yang akan membantu kita selaku wakil ketua dalam kepanitian menyelenggarakan event itu yang pertama kali di Indonesia. Karena di Jember tidak memiliki kawasan bukit maka yang bisa digunakan untuk pijakan saat take off sehingga event paralayang itu akan kita gunakan towing atau Penarik," ujarnya. Even ini bakal digelar pada tanggal 16 sampai 18 Agustus 2008 mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai di Desa Wirowongso – Kecamatan Ajung, tepatnya di lapangan terbang (lapter) Notohadinegoro. Diharapkan dengan event itu nantinya menurut panitia selain ingin meramaikan event BBJ di Jember dan menarik wisata diwilayah Jember. Selain itu juga dapat bermanfaat untuk mencari minat dan bakat serta mencari bibit baru yang secara khusus di Jember bsia jadi olah raga itu baru dikenal disini. Atlet nasional yang pernah melalang buana di Swis, Itali, Jerman, Belanda, Malaysia ini menargetkan dalam event itu panitia telah mengundang 70 peserta agar bisa ikut. Disamping itu juga diharapkan agar peserta yang daftar seperti pengalamannya lomba yang sama di Bali beberapa waktu lalu. "Kita undang klub paralayang dibawah naungan FASI, sehingga target 70 akan dapat terpenuhi jumlah yang kita inginkan dan bahkan peserta yang datang bakal lebih dari itu," imbuhnya.Bagi atelet PON Jatim dan Atlet Nasional yang pernah mengenyam pendidikan di STM Jember tahun 1974, diakui pemikiran menyelenggaran event ini sebenarnya datang saat BBJ tahun yang lalu. Sedangkan Sekretaris Panitia Lomba Paralayang Jember Drs M Satib ST yang juga Ketua BPC Gapensi Jember mengatakan, Jember yang dikenal sebagai kota tembakau juga bakal dikenal sebagai kabupaten yang memiliki segudang even berskala nasional dan internasional. "Alasannya, jika Kabupaten Jember sudah dikenal sebagai Kabupaten yang mampu menyelenggarakan even nasional dan internasional, bukan hanya perekonomian petani tembakau saja yang bakal terdongkrak. Tetapi sektor perekonomian dan dunia usaha lain bakal mengikutinya," ujar Drs M Satib ST. Dia juga menambahkan, sudah dapat dipastikan bagi tamu-tamu ataupun atlet yang datang ke Kabupaten Jember tak hanya akan menyaksikan atau mengikuti kerjurnas para layang, tetapi lebih dari itu mereka akan mencari informasi tentang apa saja yang ada di Jember."Even para layang BBJ 2008 ini, Bupati Jember Ir MZA Djalal mempercayai Kadis PU Ir Djuwarto sebagai penanggungjawab pelaksanaan dan mempercayakan kepanitian kepada satu-satunya atlet para layang Jember yakni mas Bambang," ujarnya.

Senin, 11 Agustus 2008




Gus Mamak Balas Tuntutan JPU Dengan "Surat Cinta"


JEMBER - Ketua DPRD Jember Madini Farouq agaknya bersikap romantis. Itu tampak dalam persidangan pembacaan pledoi atau pembelaan yang diberi judul "Surat cinta kepada yang mulia, pembelaan dari yang teraniaya". Pledoi setebal 21 halaman itu sebagai balasan atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut tiga tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan hukum dan dana operasional dewan tahun 2004-2005. JPU menjatuhkan tuntutan itu berdasarkan UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 pasal 2 dan 3, serta pasal 55 ayat 1 dan pasal 64 ayat 1 KUHP. Dalam pledoi itu, Madini yang akrab dipanggil Gus Mamak diakhir halaman juga menyampaikan puisi yang dikemas dalam doa dengan tertanda tangan "yang hina dan teraniaya"."Yang pernah saya lakukan bukannya memperoleh pujian dan penghargaan, akan tetapi saya sebaliknya malah mendapatkan udingan sebagai koruptor yang sangat menyakitkan. Seolah-olah saya telah mengkorup uang rakyat sebagaimana dakwaan dan tuduhan," kata Gus Mamak saat membacakan pledoinya di persidangan, kemarin.Sidang yang dipimpin majelis hakim Aminal Umam itu, Gus Mamak juga membeber kesaksian Heru Santoso dalam persidangan merupakan sisa-sisa pertarungan politik menjelang pemilihan kepala daerah tahun 2005. "Tiga orang pimpinan dewan perode 2004-2009 merupakan lawan politik bagi penguasa saat itu. Laporan kasus ini oleh LSM telah bergeser substansi materinya disesuaikan dengan target bahwa pimpinan dewan harus dihabisi," belanya
Soal adanya dakwaan JPU yang akhirnya tidak menemukan pelanggaran dalam pengaraan baju batik dan pakaian khas Jember, mantan Ketua DPC PKB Jember ini menuding jaksa tidak konsisten dalam penerapan hukum. Disamping itu, soal penggunaan dana operasional dewan, dia mengatakan sudah sesuai peruntukannya karena jelas aturannya dan sudah termaktub dalam Daftar Anggaran Satuan Kerja meski tidak dirinci karena sudah masih dalam klasifikasi beban tetap. Sedangkan Machmud Sardjujono yang dituntut dua setengah tahun penjara juga membuat pledoi pribadi. Terhadap Gus Mamak dan Machmud, jaksa sebelumnya juga meminta membayar denda masing-masing Rp 50 juta bersama Wakil Ketua DPRD Jember lainnya yakni Kusen Andalas dengan menggantinya secara gandeng renteng senilai Rp 323 juta. Dikhususkan bagi Gus Mamak, jaksa menuntut uang pengganti ditambah Rp 185 juta yang merupakan uang negara yang disalahgunakan dalam penggunaan dana bantuan hukum. Sekadar diketahui, dana operasional pimpinan DPRD yang diduga digunakan korupsi Madini dan Machmud Rp 485,800 juta. JPU juga menelisik dana bantuan hukum sebesar yang mestinya tidak dibiayai oleh negara dan dipakai secara pribadi senilai Rp 185 juta. Meski Mamak mengembalikan dana bankum ke kas daerah sebesar Rp 85 juta dan Machmud telah mengembalikan Rp 50 juta, jaksa mengatakan hal itu tidak menghilangkan hukuman pidana korupsi. Sedangkan dana operasional pimpinan sebesar Rp 706 juta dan sebagian juga dicairkan sebesar Rp 134 juta untuk kepentingan fraksi dan tiga pimpinan dewan sebesar Rp 571 juta. Dana sebesar itu digunakan pimpinan yang dalam penggunaannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Setidaknya ada 18 item kegiatan dengan dana Rp 227 juta yang diberikan untuk pihak ketiga dan itu bertentangan dengan peraturan. Berkas pledoi juga dibuat dan dibacakan penasehat hukum kedua terdakwa dengan tebal mencapai 395 halaman. Pledoi itu dibacakan tim pengacara yang dipimpin Moch Kholili dan Yani Takarijanto. Usai pembacaan pledoi oleh kedua terdakwa dan tim panasehat hukum, majelis hakim memberikan kesempatan kepada jaksa penuntut umum untuk "membalas"-nya dengan agenda pembacaan replik. "Tidak ada masalah dengan pledoi yang sudah terdakwa dan pengacara sampaikan, kita akan siapkan tanggapan pada sidang berikutnya," kata ketua tim jaksa penuntut umum M Basyar Rifai. Sidang pembacaan replik tanggapan jaksa atas pledoi itu akan kembali digelar dua hari lagi. (p juliatmoko)



PKNU Janjikan Bebas Konflik


JEMBER- Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Jember unjuk gigi. Partai bernafaskan ahlusunnah wal jamaah ini mengerahkan ribuan massanya di Lapangan Talangsari Kecamatan Kaliwates. Dalam acara instighosah akbar itu fungsionaris DPP PKNU diantaranya Choirul Anam, Alwi Shihab dan sejumlah kyai khos ini hadir untuk memberikan semangat menghadapi pemilu nanti. Belajar dari konflik internal PKB, partai yang banyak didominasi sempalan kader PKB ini menjanjikan akan bebas dari konflik."Kita upayakan partai ini bebas dari yang namanya konflik. Ada tahapan dalam penyelesaian persoalan internal partai, kita punya yang namanya dewan tanfidz, dewan mustasyar dan lainnya mulai dari ranting sampai pusat, kelembagaan itulah nanti yang akan menyelesaikan dengan cepat jika ada persoalan semacam konflik," kata Ketua DPP PKNU Chorul Anam dalam orasi politiknya, kemarin. Dengan begitu, maka PKNU konflik tidak akan berimbas hingga sampai kepengurusan pusat sampai pecat-memecat tanpa melandaskan pada aturan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PKNU. "Nantinya tidak ada namanya pecat-pecatan secara sepihak. Apalagi dibawa sampai ke pengdilan, sebab kita tidak percaya pada pengadilan yang tidak menjunjung keadilan, namun keuangan," timpalnya.Pria yang akrab dipanggil Cak Anam ini juga menekankan adanya upaya penegakan hukum dan Islam yang nantinya diyakinkan akan mampu mengarahkan garis politik. "Banyak pengamat politik yang ngomong jangan dekat kyai yang berpoliik, alasannya karena politik itu kotor dan tidak baik. Padahal kita nantinya mengusung kyai yang politiknya berlandaskan Islam, jadi bisa terarah," terangnya. Soal pencalegan, PKNU meminta agar wakilnya yang berhasil duduk sebagai wakil rakyat agar tidak melakukan korupsi. Partai itu juga menyepakati para koruptor dihukum mati sesuai dengan undang-undang. "Salah satu sumpah bagi caleg PKNU diantaranya tidak akan melakukan korupsi. Kalau melanggar, ya mereka harus dipecat, kita juga tidak akan menarik biaya kepada para caleg dengan garansi harus didukung dan dekat dengan rakyat," ujarnya. Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris Dewan Syuro PKNU Alwi Shihab yang mengatakan pada pendukung partai itu kalau saat ini banyak orang yang takut jika menjadi partai PKNU menjadi besar. "Itu kalau PKNU besar, maka koruptor tidak akan hidup di Indonesia. PKNU tidak memerlukan uang untuk menarik dukungan rakyat Indonesia, justru rakyat yang merindukan partai yang menegakkan kebenaran, antikorupsi dan anti-amoralitas," timpal Alwi Shihab. (p juliatmoko)
Mantapkan ke Kaji
Dalam acara istighosah akbar itu, PKNU juga memantapkan dukungan politknya kepada pasangan Khofifah Indarparawansa dan Mudjiono dalam pemilihan gubernur putaran kedua mendatang. "Pilihan ke Khofifah dijatuhkan karena sesuai dengan keinginan para ulama. Namun kita meminta Khofifah tidak korupsi jika jadi terpilih nanti," ujar Ketua DPP PKNU Choirul Anam. Dia juga menambahkan, pilihan kepada Khofifah dijatuhkan karena sudah jelaskan kalau semua elemen PKNU sudah siap dan sebagai bentuk komitmen dengan PKNU sebagai partai antikorupsi, maka Khofifah diminta tidak menyimpangkaan uang rakyat jika menjadi gubernur. "Khofifah harus bisa menjadi suri tauladan, tutup semua lubang yang memungkinkan korupsi dalam pemerintahan. (p juliatmoko)



Ratusan Kayu Perhutani Ditebangi Secara Liar


JEMBER -Kasus pembalakan liar masih saja terjdi dikawasn hutan. Kali ini warga menemukan ratusan batang kayu di hutan Petung Desa Pakis Kecamatan Panti yang masih merupakan KPH Perhutani Jember. Tak tanggung-tanggung, diameter kayu yang didominasi jenis rimba itu sekitar 50 centimeter hingga 1 meter. Padahal lokasi itu terletak di kawasan Lereng Pegunungan Argopuro atau tepatnya di petak 47 dan 49 seluas 2 hektar hutan lindung milik KPH Perhutani Jember. "Kita yakin kayu-kayu itu merupakan hasil penebangan liar, entah itu dilakukan orang yang tidak bertanggungjawab atau oknum Perhutani. Anehnya, pihak Perhutani tidak ada tindakan sama sekali karena keluar atau masuk ke hutan tersebut melalui satu pintu pengawasan, kami menduga penebangan kayu memang dilakukan secara sengaja," tandas Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa (FKAB) Jember Suharyono usai melihat lokasi pembalakan liar itu, kemarin. Dia menambahkan, warga disana merasa khawatir akan terjadi longsor seperti tahun 2006 lalu yang sampai menelan puluhan korban jiwa. Apalagi saat ini sudah musim penghujan tiba dan anehnya tidak ada satupun pelaku ditangkap dan kayu – kayu itu masih dibiarkan begitu saja. Selain itu, dari investigasi yang dia lakukan, sebagian kayu pembalakan liar itu sudah diturunkan oleh pelaku penebang liar. "Kita menduga ada keterlibatan oknum-oknum Perhutani yang bekerjasama dengan para pemain lama dalam penebangan liar ini, sebab jalan satu-satunya pintu masuk atau keluar melalui palang pintu yang dipasang oleh pihak Perhutani sendiri," ujarnya. Dia juga mengatakan, sampai kemarin sudah ada tiga karyawan teras Perhutani Jember yang bertugas di Kecamatan Panti yang sudah dimintai keterangan oleh kepolisian.Menanggapi adanya dugaan pembalakan liar yang melibatkan oknum Perhutani Jember, Kepala KPH Perhutani Jember Taufik Setyadi mengakui kalau pembalakan liar yang sudah terjadi itu masih dengan melibatkan para pelaku lama. "Di Panti sudah ada pelaku yang kita tangkap dan diadili ke pengadilan. Namun masih saja ada pelaku lama lain yang terus menebangi kayu dikawasn itu," kata Taufik Setyadi. Dia juga berjanji jika ada oknum internal Perhutani Jember terlibat, maka dirinya akan menindak tegas. "Kita berupaya mencegah pembalakan liar dengan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kepolisian dan koramil Panti. Operasi ilegal logging dan pendekatan kepada warga sekitar agar tidak menebang kayu di kawasan hutan lindung juga kita galakkan," tegasnya. Menurutnya, pembalakan liar itu merupakan salah satu cara untuk meluaskan lahan hutan yang dijadikan areal pertanian oleh warga. Terpisah, Pelaksana tugas Direktur Utama Perhutani Upik Rosalina Wasirin saat menjadi narasumber dalam dialog nasional penyelamatan hutan di Fakultas Ekonomi Universitas Jember, Jumat (8/8) lalu mengatakan, pembalakan liar adalah salah satu pekerjaan berat bagi Perhutani. "Pekerjaan rumah yang harus dikerjakan Perhutani adalah mereboisasi lahan kritis dan pembalakan liar. Untuk menuntaskan dua soal itu harus berhadapan dengan rakyat karena terkait dengan urusan perut," kata Direktur Utama Perhutani Upik Rosalina Wasirin. Bagi warga sekitar hutan yang masih melakukan penebangan liar kata dia masih belum bisa dikatakan sadar akan pelestarian hutan. "Untuk mereboisasi kawasan hutan yang dialihfungsikan menjadi areal pertanian juga sulit. Rakyat justru lebih memilih tanaman semusim daripada menanam tanaman keras untuk reboisasi hutan, ini perlu pendekatan kultural," katanya. (p juliatmoko)



Dua Partai Nyebrang Jadi Caleg PKNU


JEMBER - Mendekatai pendaftaran pencalonan anggota legislatif (caleg), sejumlah partai saling menggodok calon yang akan diusung. Seperti yang dialami Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Jember yang dikabarkan mendapatkan limpahan dari dua kader partai yakni PPP dan PKB. Diperkirakan tidak lebih dari lima kader dari dua partai itu nyebrang ke PKNU untuk mendapatkan nomor urut jadi dalam pen-calegan tahun ini. Ketua DPC PKNU Jember Lutfi Baihaqi mengatakan meski tidak menyebut terus terang dua anggota poartai yang menyeberang tadi, namun pihaknya memastikan kalau partainya akan selalu terbuka bagi siapapun untuk maju pencalegan lewat PKNU."Yang jelas kita menargetkan 17 kursi yang sebelumnya direbut oleh PKB akan kita ambil alih. Ada sejumlah anggota dewan saat ini dari dua partai lain yang juga ikut maju caleg lewat kami, namun kita terus melakukan verifikasi internal dulu bersama tim kami," kata Lutfi Baihaqi, kemarin. Dia juga mengatakan, pencalegan itu sudah terjaring sekitar 60 orang. Rinciannya sebagain sebagai berikut, 31 orang merupakan perwakilan dari tiap pimpinan anak cabang, 7 orang yang sudah berijazah S-2, 9 orang berijazah SMA dan sisanya ijazah SMA. "Dari tiap pimpinan anak cabang memang kita ambil satu orang caleg, sebab tidak hanya dari kabupaten saja yang butuh proses eliminasi, namun juga mulai dari tingkat bawah," ujarnya. Sedangkan untuk keterwakilan perempuan, PKNU menyatakan sudah siap dengan quota 30 persen atau sekitar 18 caleg perempuan dari 60 caleg yang dipasang. Selain itu juga ada dua syarat bagi caleg perempuan yakni sudah mendapatkan izin dari suami atau keluarga dan syarakt kedua harus menutupi aurat semacam jilbab dalam berpakaian. "Kita tidak ingin memasang orang tidak memiliki kapasitas alias memble untuk duduk didewan, namun butuh kualifikasi yang memadai untuk bisa mengakomodir kepentingan umat," ujarnya. Terpisah, sejumlah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jember secera resmi mensosialisasikan nomor urut PKS dalam Pemilu 2009 yakni nomor urut 8, kemarin. "Kami memandang sosialisasi nomor urut parpol sangat penting, karena jumah parpol dala pemilu 2009 sangat banyak. Jadi supaya masyarakat tidak bingung, nomor urut 8 ini kita sosialisasikansecara serempak," Ketua DPD PKS Jember Yuli Prianto, kemarin.Dalam sosialiasi nomor urut itu diwarnai dengan pelepasan 888 balon ke udara yang disertai dengan banner berlogo PKS dan nomor urutnya. Disamping itu juga ada badut yang membawa nomor delapan serta pagar manusia berjumlah delapan orang dengan dada bertuliskan “Coblos ! 8”."Apalagi harin ini kebetulan bertepatan dengan tanggal 8 bulan 8 taun 2008. Jadi cantik sekali tanggalnya," ujarnya. PKS saat ini telah menyelesaikan proses penjaringn calon anggota dewan (CAD). Penjaringan dilakukan oleh Tim Panitia Penjaringan Mutiara Tingkat Daerah (Panjatida) dan CAD sudah disahkan DPW PKS Jatim."Secara keseluruhan ada 56 CAD kabupaten yang akan diajukan PKS dalam pemilu 2009. Mereka tersebar di 6 dapil Jember. Kita siap memenangkan PKS di Jember bersama seluruh kader dan simpatisan. Dari 50 kursi DPRD, PKS siap merebut 9 kursi yang ada. Target PKS di dapil 1, 3, dan 4 bisa menyumbang setiap dapil 2 kursi, sedangkan dapil 2, 5, 6 ditarget bisa menyumbang setiap dapil 1 kursi," ujarnya.Untuk quota caleg perempuan bahkan bisa dipasang sebanyak 37 persen. Yakni di dapil 1, 3, dan 4 menempatkan caleg perempuan di nomor urut dua. "Jadi bukan di nomor bawah, tapi di nomor jadi. Itu harus mau menandatangani kontrak politik, seperti bekerja dengan amanah dan menaati peraturan perundang-undangan dan berniat tidak korupsi," tandasnya. (p juliatmoko)


Lapter Notohadinegeoro Batal Diuji Coba


JEMBER- Meski Bupati Pemkab MZA Djalal sudah menyatakan siap mengoperasikan lapangan terbang Notohadinegeoro, namun masih saja mengalami kendala. Dalam penerbangan uji coba (proving flight) di bandara Notohadinegoro kemarin bahkan batal dilakukan. Hal itu menyusul masih adanya pembenahan di landasan pacu dan pesawat yang akan digunakan. Untuk pesawatnya saja mestinya datang kemarin, namun dikabarkan baru tiba dari Papua di Surabaya. Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Jember Sunarsono mengatakan, uji coba lapangan terbang batal dilakukan karena masih harus melakukan sejumlah pembenahan infrastruktur landasan. Diantaranta, perubahan marka yang masih harus disesuaikan dengan standar marka yang diatur oleh pemerintah. "Jarak antar masih harus ditambah yakni sekitar 20 meter dan panjang marka (center line) sekitar 30 meter. Marka merupakan patokan pilot, sedangkan runway memiliki panjang harus dihitung lagi sesuai dengan banyaknya marka," kata Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Jember Sunarsono, kemarin, Dia juga menambahkan, panjang marka jalan sebelumnya yang sudah dicat oleh Dishub Jember sudah mencapai 40 meter. Sedangkan untuk jarak antar marka kenyataanya bervariasi yakni berkisar 30 sampai 40 meter. "windsort atau penunjuk arah angin juga harus digeser dari utara ke selatan. Sedangkan untuk gedung penyedia peralatan pemadam kebakaran sesuai petunjuk lokasunya harus dibangun lebih ke selatan," ujarnya.Rencananya, Lapter Notohadinegoro dalam waktu dekat sudah bisa untuk digunakan penerbangan dengan pesawat jenis perintis. Dalam waktu dekat, lapter ini juga akan dipakai untuk even lomba Paralayang dengan mendatangkan pesawat penarik atau Towing. Even selama tiga hari itu dipastikan tidak akan menganggu jadwal beropersinya penerbangan.
"Semua syarat minimal sudah terpenuhi. Nantinya, pesawat yang akan beroperasi adalah jenis LET 410 dengan kapasitas 18 tempat duduk, milik PT Three MG Express International," ujarnya. Sedangkan untuk landasan pacu Notohadinegoro tidak ada perubahan yakni memiliki panjang 1.200 meter dan lebar 30 meter. (p juliatmoko)



Mengenal Djalal bukan bupati

Lebih 25 Tahun Jadi Pemukul Lonceng Tinju


Setiap kali lonceng berkleneng, tanda putaran dimulai, setiap kali mereka bangkit, dan mengepalkan tinju, setiap teriakan histeria, bergemuruh suaranya, aku kelu, dan merasa di pojok, sendirian.
Kutipan beberapa bait puisi petikan Taufik Ismail itu mungkin mengilhami Djalal. Kakek berparas sederhana berumur sepuh 65 tahun ini yang jelas bukan bupati Jember saat ini. Beda nasib memang. Namun kakek yang memiliki nama lengkap Muhammad Djalal Abdi ini tidak diragukan lagi dalam pengabdiannya kepada even tinju. "Sudah 26 tahun saya menekuni sebagai pemukul lonceng tinju," kata Muhammad Djalal Abdi saat ditemui dalam even tinju di Jember belum lama ini. Debut sebagai pemuluk lonceng tinju memang tidak datang tiba-tiba. Ia menuturkan kegemaran tinju itu berawal dari "profesi" bertarung dalam tinju yang ada pada setiap pasar malam keliling era tahun 1960-an. "Saat itu saya masih umur 16 tahun sudah menjadi petinju pasar malam," tuturnya. Tidak berhenti disitu, Djalal lambat laun seiring bertambahnya usia makin tinggi saja jam terbangnya. Yang paling tidak bisa dia lupakan yakni saat bertanding dengan petinju kelas berat di Banyuwangi dan Bali. Djalal sempat dinobatkan sebagai petinju terbaik meski gelar itu hanya bertahan seumur jagung. Dia kemudian menghentikan debut petinjunya pada umur 31 tahun. Katanya, saat itu makin banyak petinju yang bermain di ring-nya bagus dan dia kalah pamor. "Saat itulah saya menjadi pemukul lonceng tinju. Puluhan tahun profesi saya tidak ada orang yang bisa menggantikannya," kata kakek bercucu satu ini. Kata dia, berprofesi seperti dia tidak semudah yang dibayangkan orang pada umumnya. Kuncinya adalah konsentrasi. "Tiap akan memukul, ada dua stop watch dikedua tangan saya. Yang satu jalan dan yang satunya petunjukkapan lonceng harus dipulul untuk menghentikan pertandingan," katanya. Namun yang perlu diingat, jika ada seseorang yang mengghantikan profesinya, maka seseorang itu harus konsentrasi dan jangan terlena dengan serunya pertandingan tinju. "Kalau terlena menonton serunya tinju, bisa-bisa lupa memulul loncengnya," katanya. Begitu pula saat ada kejadian menarik seperti even tinju dua hari lalu. Ada seorang petinju dari Thailand yang sepatunga copot. Namun wasit masih saja belum menghentikan pertandingan. Tak ayal, si petinju yang diketahui bernama Kongsurin Sithsui itu bertanding hanya beralasakan kaus kaki sepatu. Kalaupun belum ada tanda-tanda perintah memukul lonceng dari wasit, Djalal tidak akan memukul menghentikan pertandingan nyeleneh itu.Salah seorang teman akrab Djalal semasa remaja, Tarigan mengatakan, memang temannya itu kalau diluar ring tidak tampak garang. "Tapi kalau sudah masuk diatas ring, watak tinju dan nafsu mengalahkan lawannya sangat besar," kata Tarigan,Sebagai pemukul lonceng tinju, Djalal tidak serta merta melepas sarung tinjunya. Ada sasana Raung Boxing Camp yang saat itu memfasiltasinya sebagai teman sparing petinju pemula. Tinju dan pernik-perniknya seakan tidak membosankan bagi kakek yang bertinggal di Jalan Sentot Prawirodirjo Gang 8 nomor 30 Jember ini. "Sekarang saya punya usaha kecil-kecilan, buat alat-alat tinju seperti guard, sarung tinju sampai sepatu tinju. Terakhir, dia menaruh harapan bagi majunya dunia per-tinju-an di Jember dan Indonesia. "Tinju memang biayanya mahal. Andai kata ada orang yang benar-benar serius dengan tinju, maka atlit tinju dan segala sesuatunya akan makin cepat berkembang," harapnya. (p juliatmoko)

M Y P E O P L E

V i s i t o r

counter