Jumat, 07 Maret 2008


BPSDA Harus Tanggung Jawab

BONDOWOSO - Ratusan warga korban banjir mendatangi Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA). Para korban banjir itu merasa kalau bencana banjir yang menerjang dan sempat melumpuhkan wilayah Situbondo, disebabkan pengelolaan pintu air di Bendungan Sampean Baru Tapen,Bondowoso, yang salah. Bencana banjir yang terjadi baru-baru ini telah menewaskan sekitar 15 jiwa. Ratusan warga tersebut berang dan berunjuk rasa di Kantor BPSDA Provinsi Jatim wilayah Sungai Sampeyan Baru,Kab Bondowoso. Dalam aksi itu sempat diwarnai dorong-mendorong antara ratusan warga dan sekitar 500 aparat kepolisian yang berjaga di depan pintu BPSDA. Pengunjuk rasa juga berorasi dan membentangkan sejumlah spanduk bernada hujatan, seperti ‘Gusur Dam Sampeyan Baru’, ‘Dam Sampeyan Baru Mesin Pembunuh’,” Sampeyan Baru Dzolim dan Mudhorat’, dan ‘Bongkar dan Gusur Dam Sampeyan Baru’. Mereka juga menggelar aksi teatrikal sambil bertahlil, dengan membawa lumpur bekas banjir bandang,kambing, dan keranda mayat. Salah seorang koordinator aksi lapangan Sayonara menyatakan, penyebab banjir bandang itu akibat tidak profesionalnya pengelolaan air di Bendungan Sampeyan Baru Tapen. ”Hingga kami,warga Situbondo, yang menjadi korban dan untuk kedua kalinya kembali tergenang banjir bandang akibat luapan Bendungan Tapen,” kata Sayonara yang saat itu berorasi di atas truk kemarin. Salah seorang warga, Armito, memaparkan, dirinya sempat mendatangi Dam Sampeyan Baru saat air sungai tengah pasang. ”Saat itu saya disuruh membuka pintu dam, tapi ternyata malah masih harus lari cari bensin untuk diisikan ke genset.Ini kanartinya tidak antisipasi,” kataArmito. Sementara itu, Kepala BPSDA Provinsi Jatim Wahyu Pribowo,menyangkal banjir bandang Situbondo disebabkan oleh keberadaan Dam Sampeyan Baru.Namun disebabkan oleh banyak faktor,di antaranya terutama berkurangnya daerah serapan air di sekitar sungai. ”Dam Sampeyan Baru di Bondowoso dan Dam Sampeyan Lama di Situbondo berfungsi untuk irigasi.Dam Sampeyan Baru melayani 8.145 hektare sawah,6.269 hektare di antaranya beradadiSitubondo. Sementara dam Sampeyan Lama untuk mengaliri 10.200 hektare sawah di Situbondo,” ujarWahyu Prabowo. Wahyu menambahkan, Dam Sampeyan Lama dan Baru berada di sungai Sampeyan Baru sepanjang 65 kilometer. Kondisinya terdapat kemiringan sungai sekitar 40 derajat dan vegetasi untuk tangkapan air di sekitar sungai lumayan parah. Vegetasi daerah tangkapan air beralih fungsi menjadi tanaman semusim, sehingga pada saat hujan turun, air sulit untuk ditahan dan meluncur deras ke sungai. Apalagi saat itu curah hujan sangat tinggi dan merata di daerah aliran Sungai Sampeyan Baru, termasuk di anak sungai. Pada posisi di atas hulu, ada sekitar 35 anak sungai dan di bawahnya ada ratusan anak sungai dengan panjang variatif. Sedangkan di salah satu stasiun dari 32 stasiun hujan, ukuran air mencapai 382 milimeter. (p juliatmoko)

Bupati Ditodong Menangkan Cabup PKB

BONDOWOSO – Musyawarah Kebangkitan (Muskit) DPC PKB Bondowoso yang diikuti sekitar enam calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) berlangsung panas.
Ketua DPW PKB Jawa Timur Hasan Aminuddin, sempat menodong Bupati Bondowoso Mashoed untuk mendukung pemenangan cabup dan cawabup yang akan direkomendasi DPC PKB.
”Mumpung di sini juga ada Bupati Bondowoso, ya kalau nanti sudah ada nama cabupcawabup yang diusung PKB, setidaknya bupati bisa memberikan dukungan untuk pemenangan pilkada ini,” kata Hasan Aminuddin yang disambut gelak tawa dan tepuk riuh ratusan kader PKB kemarin. Bupati Bondowoso Mashoed yang juga hadir dalam Muskit PKB itu,hanya melempar senyum kepada fungsionaris DPC PKB saat Hasan Aminuddin menyampaikan permintaan pemenangan cabup- cawabup PKB itu. Mashoed selanjutnya dalam pidato kehadirannya menyampaikan, ia menaruh harapan besar,bupati selanjutnya bisa makin memperbaiki jalannya roda pemerintahan. ”Sekiranya ada evaluasi atas 10 tahun atau dua periode saya memimpin Kota Bondowoso.Siapa pun calonnya, saya berharap bisa meneruskan pembangunan Bondowoso ke depan,” kata Mashoed. Muskit DPC PKB Bondowoso berlangsung meriah.
Meski tidak diperbolehkan saling menghujat calon lain, namun para calon tersebut berlomba untuk menarik simpati lewat penyampaian visi dan misi mereka. Enam calon itu yakni Syamsul Hadi Merdeka yang juga Ketua Dewan Syura DPC PKB Bondowoso Amin Said Husni anggota DPR RI dari PKB,H Zainul Fauzan,AS Hodari untuk posisi cabup.
Sedangkan untuk posisi cawabup, yakni Tohari dari PKB dan HA Haris Sonhaji dari birokrat yang juga keponakan Bupati Bondowoso Mashoed. Hasan Aminuddin menyampaikan sinyalemen tidak perlunya ada rencana koalisi dengan partai lain.Sebab jika dipandang PKB mampu sendiri untuk mengusung calonnya,maka koalisi dengan partai lain akan menjadi tertutup.
Dia menambahkan, tidak ada kriteria tertentu untuk bisa direkomendasi oleh DPP PKB dalam cabupcawabup. Namun yang terpenting adalah mampu mengemban visi dan misi PKB, serta mampu mendulang suara terbanyak dari masyarakat Bondowoso. Soal adanya isu yang diembuskan,yakni calon putra daerah atau bukan,bagi Hasan tidak akan menjadi persoalan yang sangat mendasar. ” Isu putra daerah itu hanya sebatas isu,”pungkasnya. Sedangkan Ketua Rois Syuriah PCNU Bondowoso HM Ali Salam tetap menyatakan netralitas dalam proses Pilkada Bondowoso pada Juni mendatang.” Secara kelembagaan sudah jelas,kami akan netral. Kalau secara perseorangan, silakan menentukan pilihannya,” kata HM Ali Salam. (p juliatmoko)

Tidak ada komentar:

M Y P E O P L E

V i s i t o r

counter