Sabtu, 01 Maret 2008


Lebih 20 Tahun Cokro Berjuang Melawan Penyakit Kutil Ganas

JEMBER - Penyakit aneh mirip tumor ganas atau seringkali disebut kutil menggerogoti badan Yustinus Cokro Hadi Kusuma. Pemuda berumur 34 tahun ini saat ditemui dirumahnya di Jalan Letjen Suprapto Gang III nomor 82 Kabupaten Jember nampak tidak kuasa menyembunyikan penyakit kulitnya. Setidaknya ada empat benjolan pada kulit Cokro yang membuat tidak betah baginya untuk meneruskan hidup. Dari empat benjolan mirip tumor itu,
ada dua benjolan sebesar buah apukat yang menggantung. Satu dibagian punggung bawah diatas pantat dan satunya lagi dibagian belakang kepala. Sedangkan dua benjolan kecil sebesar bola tenis terdapat dibagian kepala depan sebelah kanan. Satunya ada disebelah belakang bagian kiri."Penyakit ini sudah saya periksakan ke mantri, katanya diminta operasi dengan biaya gratis. Tapi saya tidak mungkin mampu menanggung biaya lain seperti obat-obatan," kata Cokro yang kini hanya membantu ibunya berjualan kelontong didepan rumahnya, Sabtu (1/3).Sedangkan ibu Cokro, Marias Sunardi mengatakan, ada keanehan penyakit yang diderita Cokro. Pada saat dia bayi umur sekitar 1,5 tahun, Cokro sempat terjatuh dan bagian jidat kepalanya terdapat luka sedalam 1 centimeter. "Tapi setelkah saya lihat kok anehnya tidak mengeluarkan darah," kata Marias Sunardi penasaran. Kejadian itu tragisnya berlanjut karena Cokro mengalami gangguan mental hingga akhirnya dia disekolahkan di Sekolah Luar Biasa di Kota Malang. Pada umur 13 tahun, Cokro mengeluh kalau ada yang aneh dibagian punggung bawah. "Sejak itulah penyakit aneh menjadi benjolan mirip tumor. Saya tidak tega karena sejak umur 13 tahun itu benjolan kecil-kecil juga mulau nampak disekujur tubuhnya," tuturnya. Sejak itulah Cokro akhirnya merasa malu dengan teman sejawatnya dan memutuskan sekolah dan kembali ke Kota
Jember untuk mengasingkan diri. Meski benjolan disekujur tubuhnya tidak pernah ia rasakan, namun keluarga sangat berharap agar Cokro bisa normal seperti pemuda lainnya. "Anak ketiga dari lima bersaudara saya itu keluar rumah cuma sekali dalam setahun. Itu pasa merayakan Hari Raya Natal saja. Kami berharap ada bantuan dari donatur agar penyakit anak saya itu bisa dioperasi," katanya. (p juliatmoko)

Tidak ada komentar:

M Y P E O P L E

V i s i t o r

counter