Selasa, 04 Maret 2008


Rizal Ramli : Pemerintahan SBY Prosotan !

JEMBER -Kritikan terhadap kebuijakan Presiden RI Susilo Babmang Yudhoyono tidak hanya datang dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri. Namun ekonom fiskal Rizal Ramli mengkritik kebijakan pemerintahan SBY yang tidak lagi pro rakyat tapi kini justru "prosotan" atau dalam bahasa Jawa berarti melorot terus."Saya melihat pemerintahan SBY ini tidak pro rakyat, tidak juga pro poor atau kemiskinan dan tidak pro jobs yang mampu
mengatasi jumlah angkatan pengangguran. Tapi pemerintahan SBY prosotan," kata Rizal Rami saat memberikan materi dalam Seminar Ekonomi Nasional bertema Grand Desain Manajemen Pembangunan Ekonomi di Jember, (4/3). Dalam ceramah ekonomi yang juga dihadiri mantan Panglima TNI Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dan mantan anggota Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Sholahudin Wahid itu Rizal Ramli juga menyampaikan pemerintahan Indonesia memerlukan jalan baru yang anti neo kolonialisme dan imperialisme."Makanya dalam pemilihan presiden nanti jangan asal pilih. Calon presiden yang dipilih jangan asal handsome (ganteng) atau pintar menyanyi saja. Sekarang ini mestinya tidak perlu bicara pemerintahan disektor pertanian, tapi yang disentuh harus si petaninya yang perlu juga kebijakan pro petani," ucapnya dengan nada semangat dan disambut tepuk riuh hadirin.Pria kelahiran Padang Sumater Barat yang juga Presiden Komisaris PT Gresik TBK itu turut menyikapi krisis listrik yang
disebabkan karena faktor bahan batu bara. Padahal kata dia, mestinya Indonesai tidak perlu khawatir dengan bahan baku batubara untuk bahan bakar listrik. Sebab Indonesia kata dia tercatat sebagai negara nomor satu di Asia sebagai pengekspor batubara terbesar.Ketua Umum Indonesia Bangkit ini juga mempersoalkan kemiskinan yang terjadi selama ini yang diakibatkan oleh kemiskinan struktural imbas kebijakan pemerintah. "Saat ini saja barang-barang kebutuhan pokok makin naik, rakyat miskin makin menjerit. Belum lagi kelangkaan pupuk yang mengakibatkan petani harus membeli pupuk harga eceran yang naik dari Rp 120 ribu per kwintal menjadi Rp 190 ribu per kwintal. Bahkan di Magelang baru-baru ini saya dengar pupuk urea sempat menghilang," tandasnya. (p juliatmoko)

Tidak ada komentar:

M Y P E O P L E

V i s i t o r

counter